• slide WBK-WBBM
  • slide-gedung-poltekes-semarang
  • slide analis laboratorium
  • slide labkomp perpustakaan
  • Poltekkes Semarang menuju Wilayah Bebas dari Korupsi & Wilayah Birokrasi Bersih Melayani
  • Gedung dan Asrama Politeknik Kesehatan / Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Analis dan Laboratorium
  • Laboratorium Komputer

PENGUMUMAN

HASIL NOMINASI MAHASISWA BARU SARJANA TERAPAN GIGI

Direktur Politeknik Kesehatan Semarang dengan ini mengumumkan NOMINASI PESERTA Sipenmaru Program Alih Jenjang Sarjana Terapan Keperawatan Gigi yang LULUS DAN DITERIMA sebagai calon mahasiswa baru Politeknik Kesehatan Semarang Tahun Akademik 2017/2018 sebagaimana tercantum dalam lampiran pengumuman ini. Kepada calon mahasiswa tersebut diwajibkan melakukan registrasi administrasi dan registrasi akademik. Registrasi Administrasi dilaksanakan pada tanggal 3 s.d 31 Mei 2017, registrasi akademik dilaksanakan pada tanggal 5 s.d 9 Juni 2017. Mengenai tata cara registrasi silahkan menghubungi Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Gigi, (024-7471276). Demikian agar peserta seleksi maklum.

  1. Pengumuman
  2. Lampiran Pengumuman calon mahasiswa diterima
  3. Biaya Pendidikan
  4. Dana Kemahasiswaan
  5. Mekanisme Pembayaran Biaya Registrasi

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pasca Sarjana Tahun 2017

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang merupakan Perguruan Tinggi yang fokus pada pendidikan tenaga kesehatan jalur vokasi. Poltekkes Kemenkes Semarang merupakan institusi yang pertama kali di Indonesia menyelenggarakan Program Pasca Sarjana Program Magister Terapan Kesehatan meliputi : Program Studi Kebidanan, Keperawatan, Imaging diagnostik, danTerapis Gigi dan Mulut. Pendaftaran mahasiswa baru Program Pasca Sarjana akan dimulai pada bulan Maret 2017. Adapun persyaratan dan tata cara pendaftaran dapat di download pada panduan pendaftaran di bawah ini :

Panduan Penerimaan Mahasiswa baru Program Pasca sarjana

BERITA

Print

Poltekkes-BNI Peduli Kesehatan Gigi Anak Difabel

Written by poltekkes kemenkes semarang Published on . Posted in Berita

SEMARANG- Kesehatan gigi anak-anak usia sekolah, terutama yang berkebutuhan khusus atau difabel kerap terabaikan. Padahal, pertumbuhan gigi di usia tersebut sangatlah menentukan, sehingga perlu terus dipantau. ‘’Kondisi ini dibuktikan dari hasil penelitian yang menyebutkan 70 persen anak-anak difabel kesehatan giginya kurang baik,’’ kata Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Semarang Sugiyanto SPd MAppSc, di lapangan SLBN Semarang, Kamis (1/12).

Dia mengatakan hal itu usai meluncurkan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah Mandiri (UKGSM), di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Semarang. Dalam acara itu Poltekkes menggandeng BNI 1946 untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk satu unit peralatan pemeriksaan gigi seharga Rp 31,2 juta.Bantuan simbolis diterima Sugiyanto dari Pimpinan BNI Cabang Undip Joeli Koeswardhani dan diserahkan kembali kepada Kepala SLBN Imam Wusono, di kampus Jalan Elang, Semarang. ‘’Kami menyadari selama ini pelayanan kesehatan di sekolah luar biasa belum maksimal. Masih sporadis dan tidak menyeluruh. Poltekkes membidik itu dan kami memulainya dari kesehatan gigi mandiri yang diharapkan bisa berkembang ke layanan lainnya.’’ Diakui Sugiyanto, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang luar biasa.

Mereka juga membutuhkan dukungan agar mendapat kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya. ‘’Saya bangga dan terharu melihat penampilan mereka. Semuanya dilakukan dengan sepenuh hati, sehingga bisa tampil dengan baik,’’ paparnya.
Ya, siang itu panggung di lapangan kampus SLBN disulap menjadi ajang pentas seni yang menampilkan kebolehan siswa-siswinya menyanyi, menari, dan berpantomim. Meski memiliki keterbatasan, anak-anak tunarunggu, tunagrahita, dan tunanetra tampil penuh percaya diri.

Butuh Dukungan
Kepala SLBN Imam Wusono mengatakan, di Jateng ada 171 SLB dan 41 di antaranya negeri atau dibawah kewenangan Pemprov. ‘’Kami sangat beruntung karena Poltekkes memilih sekolah kami untuk menjalankan UKGSM. Kami memang membutuhkan stimulan dan dukungan dari para stakeholder.
Dengan ditangani secara bersama, maka hasilnya bisa maksimal.’’ Imam juga mengakui, kesehatan gigi anak-anak didiknya sangat membutuhkan perhatian. ‘’Dengan adanya dental unit di sekolah ini, maka kerusakan gigi anak-anak bisa dicegah sedini mungkin.’’ Sugiyanto menegaskan, Poltekkes telah menempatkan dua perawat gigi di unit kesehatan SLBN untuk memeriksa gigi anak-anak. ‘’Dokter gigi juga akan melakukan supervisi dan tiap bulan ada laporan yang bisa jadi rujukan ke puskesmas. Kalau selama ini anakanak sulit diajak ke dokter gigi, diharapkan di sekolah mereka bisa lebih nyaman diperiksa giginya.’’ (D2-42)

Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/poltekkes-bni-peduli-kesehatan-gigi-anak-difabel/

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn