Print

Kuliah Umum SJSN & BPJS

Published on Posted in Berita

Mensikapi akan diberlakukannya Sistem Jaminan Sosial nasaional (SJSN) pada tahun 2014, pada hari Jum’at (30 November 2012) di auditorium kampus I Poltekkes Kemenkes Semarang dilaksanakan kuliah umum dengan tema “Kebijakan penyelanggaran SJSN & BPJS, serta Peningkatan Upaya Kesehatan Promotif dan Preventif Jaminan Kesehatan”, sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Kepala Pusat dan perencanaan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (drg.Tritarayati, SH, Mkes) dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (drg. Usman Sumantri, MSc). Adapun peserta kuliah umum adalah seluruh Ketua Jurusan dan Program Studi serta perwakilan mahasiswa dari masing-masing program studi.

Pemateri pertama, drg Usman Sumantri, MSc menyampaikan paparan tentang Desain Jaminan Kesehatan Sesuai Undang-Undang SJSN dan Undang-Undang BPJS. Lebih lanjut drg Usman menyampaikan bahwa Azaz unang-undang SJSN adalah kemanusiaan, manfaat, dan keadilan sosial.Adapun tujuannya untuk memberi jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak dengan prinsip Gotong-royong, Nirlaba, Keterbukaan ,Kehati-hatian, Akuntabilitas, Portabilitas, Kepesertaan bersifat wajib, Dana Amanat, Hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial sepenuhnya untuk pengembangan program. (Pasal 2 s.d. Pasal 4).

Jaminan Kesehatan diselenggarakan secara Nasional berdasarkan prinsip asuransi sosisal dan ekuitas Prinsip-prinsip Asuransi Sosial:

. Kegotong-royongan
. Kepesertaan yang bersifat wajib,
. Iuran berdasarkan persentase upah/penghasilan
. Bersifat nirlaba.
. Prinsip ekuitas yaitu kesamaan dalam memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan medisnya yang tidak
  terikat dengan besaran iuran yang telah dibayarkannya.

Jaminan kesehatan diselenggarakan dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.   Semua terapi yang berindikasi medis yang memungkinkan pasien kembali produktif, seoptimal mungkin, jika terapi secara akademis terbukti cost-effective. Disampikan pula bahwa Manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan perseorangan berupa pelayanan kesehatan yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, termasuk obat dan bahan medis habis pakai yang diperlukan

Sedangkan pemateri kedua, drg. Tritarayati, SH, Mkes menyampaikan materi dengan tema KESIAPAN SDMK DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN SJSN.

 

Beliau menyampaikan bahwa Filosofi Jaminan Kesehatan Adalah salah satu bentuk perlindungan sosial di bidang kesehatan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalui penerapan sistem kendali biaya dan kendali mutu, dan diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan ekuitas bagi seluruh penduduk di wilayah Republik Indonesia.
Untuk menjalankan program tersebut diperlukan
SDMK promotif dan preventif dikarenakan alasan-alasan: 1) Dalam RPJMN disebutkan ada 12 program pembangunan kesehatan yang salah satunya adalah promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 2) SDMK merupakan komponen strategis dalam pencapaian pembangunan kesehatan. 3)Sejalan dengan prioritas pembangunan kesehatan perlu dilakukan peningkatan kemampuan sdmk termasuk tenaga promkes (penyuluh kesehatan)

Pemateri juga menyampaikan Issue Strategis Tenaga Kesehatan yaitu: Jumlah, Jenis, Mutu dan Penyebaran. Akan tetapi perlu dicapai link and match antara Standar pelayanan dengan standar kompetensi dan standar pendidikan.

Oleh karena itu, strategi yang dilaksanakan adalah : 1) Peningkatan Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kesehatan melalui : fasilitasi daerah untuk menyusun kebutuhan, penyusunan standar ketenagaan 2) Peningkatan dan Pengembangan Pengadaan/Pendidikan Tenaga Kesehatan melalui CPD, tugas belajar, pelatihan tenaga pendidik, kewajiban lulusan poltekkes untuk ditempatkan di fasyankes pemerintah di wilayahnya . 3) Peningkatan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan : redistribusi, kejelasan pola karir . 4) Pembinaan dan Pengawasan Mutu Tenaga Kesehatan. Melalui : uji kompetensi, sertifikasi . 5) Penguatan Sumber Daya Pengembangan Tenaga Kesehatan dengan memperkuat sistem informasi dan 6)Penguatan regulasi pengembangan dan pemberdayaan tenaga kesehatan.

Setelah paparan dari kedua nara sumber Direktur Poltekkes Semarang (Sugiyanto, SPd, M.AppSc) menjadi moderator untuk sesi tanya jawab baik dari kajur/kaprodi, dosen maupun mahasiswa. Isu-isu yang dipertanyakan adalah tentang regulasi pendayagunaan lulusan (Khususnya Diploma IV), strategi penerpan SJSN, ketepat sasaran dan keberlanjutan serta hal-hal lain terkait pelaksanaan SJSN.