Print

Informasi Biaya Pendidikan

Published on Posted in Menu Lain

Biaya Registrasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2014/2015 (Semester I):
BIAYA PENDIDIKAN MAHASISWA BARU DIPLOMA III SEMESTER I (REGISTRASI).pdf
Biaya Her-Registrasi Mahasiswa Tahun Masuk 2013/2014 Tahun Akademik 2014/2015 (Semester 3):
BIAYA PENDIDIKAN DIII SEMESTER GASAL .pdf
BIAYA PENDIDIKAN DIV SEMESTER GASAL .pdf
 
Biaya Her-Registrasi Mahasiswa Tahun Masuk 2012/2013 Tahun Akademik 2014/2015 (Semester 5):
BIAYA PENDIDIKAN DIII SEMESTER GASAL.pdf
BIAYA PENDIDIKAN DIV SEMESTER GASAL.pdf
 
Print

Kemahasiswaan

Published on Posted in Menu Lain

KEMAHASISWAAN

 

A.     Kewajiban dan Hak Mahasiswa

1. Kewajiban Mahasiswa

a.  Menanggung biaya pendidikan.

b.  Mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.

c. Memelihara sarana, prasana, kebersihan, ketertiban dan keamanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.

d.  Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta menjunjung tinggi budaya nasional.

e. Menjaga kewibawaan dan nama baik (Almamater) Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.

f.  Mematuhi ketentuan Norma dan Etika Mahasiswa yang berlaku di Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (sesuai dalam buku pedoman Norma dan Etika Mahasiswa).

g. Mengembangkan diri dan berperan aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh kampus.

h. Ikut dalam organisasi mahasiswa perguruan tinggi di Poltekkes Kemenkes Semarang.

2. Hak Mahasiswa

a.  Mempunyai kebebasan akademik dan bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu sesuai dengan norma dan susila yang berlaku dalam lingkungan akademik.

a.  Memperoleh pendidikan dan pengajaran sebaik-baiknya.

b. Menggunakan fasilitas pendidikan yang tersedia dalam proses belajar mengajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

c. Memperoleh informasi tentang Jurusan dan Program Studi yang diikuti dan Hasil Belajar.

d. Mendapat bimbingan dan konseling dari Dosen Pembimbing Akademik yang bertanggung jawab atas program studi yang diikutinya sampai ke penyelesaian studi.

e. Memperoleh penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

B. Ketentuan Seragam Mahasiswa

Setiap mahasiswa berkewajiban berbusana dan memakai atribut sesuai dengan acara kegiatan di kampus, antara lain :

1. Perkuliahan di kelas : diwajibkan memakai seragam putih-biru dengan atribut lengkap (nama, badge Poltekkes, sepatu hitam) dari hari Senin sampai dengan Kamis setiap minggunya. Untuk hari Jumat memakai batik atau lurik (atasan) dengan atribut lengkap, bawahan bebas, bukan berbahan jeans.

2. Bagi yang memakai pakaian Muslimah, kerudung putih dengan warna lis sebagai berikut :

NO

JURUSAN

WARNA LIS KERUDUNG

1

Keperawatan

Merah Maroon

2

Kebidanan

Biru Benhur

3

Radiodiagnostik dan Radioterapi

Kuning

4

Gizi

Ungu

5

Kesehatan Gigi

Hijau

6

Kesehatan Lingkungan

Biru Muda

7

Analis Kesehatan

Oranye

3. Seragam praktikum/ praktik dengan ketentuan sebagai berikut :

NO

KEGIATAN

SERAGAM

1

Laboratorium

Menggunakan pakaian praktik laboratorium sesuai dengan ketentuan Jurusan/Prodi

2

Bengkel

Menggunakan pakaian Wearpack

3

Klinik

Menggunakan pakaian putih-putih bercelana panjang dan sepatu putih   atau sesuai peraturan  institusi tempat praktik klinik. Untuk Keperawatan, Kebidanan dan Kesehatan Gigi menggunakan kap profesi

4

Masyarakat

Menggunakan pakaian seragam bawahan biru atasan putih dan jas almamater Poltekkes Kemenkes Semarang.

4. Olahraga : diwajibkan menggunakan pakaian dan sepatu olahraga (model dan warna sesuai ketentuan Jurusan/Prodi).

5. Jas Almamater dan Topi : Jas almamater diwajibkan dipakai pada kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh civitas akademika; khusus topi, dipakai pada saat upacara.

6. Setiap mahasiswa yang beraktivitas dalam kaitannya dengan kegiatan pendidikan di dalam lingkungan kampus diwajibkan menggunakan seragam kuliah dan bersepatu.

7. Untuk Program Studi Diploma IV seragam menyesuaikan seragam Program Studi Diploma III masing-masing.


C.      Penghargaan

1. Pengertian

Penghargaan bagi mahasiswa adalah pemberian penghargaan atas prestasi yang luar biasa dalam bidang akademik atau non akademik.  

2. Bidang kegiatan yang diberi penghargaan

Poltekkes Kemenkes Semarang memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang telah meraih prestasi dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler, yaitu :

a.  Prestasi belajar

1) Mahasiswa berprestasi pada Ujian Akhir Semester

a) Tiga besar tertinggi berdasarkan IP semester.

b) Apabila lebih dari tiga orang dengan nilai sama maka penentuan peringkat diambil dari mata kuliah mayor/profesi.

c) Menempuh studi tepat waktu (pada semester bersangkutan).

d) Memperoleh penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2) Mahasiswa berprestasi pada Akhir Program

a) Tiga besar tertinggi berdasarkan IP Akhir Program.

b) Apabila lebih dari tiga orang dengan nilai sama maka penentuan peringkat di ambil dari mata kuliah mayor/profesi.

c) Menempuh studi tepat waktu.

d) Memperoleh penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3) Mahasiswa pemenang lomba karya ilmiah tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional memperoleh penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Minat dan bakat

Mahasiswa berprestasi dalam lomba olahraga, budaya dan kesenian untuk lingkup lokal, regional, nasional maupun internasional memperoleh penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

C. Organisasi mahasiswa

            Bagi mahasiswa yang aktif sebagai pengurus BEM diberi piagam penghargaan dari Direktur dan pengurus HIMA diberi piagam penghargaan dari Ketua Jurusan.

 D.  Organisasi Mahasiswa

Organisasi mahasiswa sebagai mitra dan bagian tak terpisahkan dari Poltekkes Kemenkes Semarang merupakan wadah bagi mahasiswa untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan yang bersifat penalaran dan keilmuan dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Organisasi Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang terhimpun dalam Keluarga Besar Mahasiswa yang didirikan pada tanggal 12 Mei 2002 dan berkedudukan di Kampus I Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.

Adapun bentuk dan struktur organisasi pemerintahan mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Semarang adalah: DPM, BEM, DEMA, dan HIMA.

1. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)

Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah forum tertinggi Mahasiswa yang berada di tingkat Poltekkes Kemenkes Semarang. Adapun agenda DPM adalah :

a. Merumuskan Garis Besar Haluan Kerja BEM yang akan direkomendasikan dalam rapat.

b. Menyusun tata tertib dan pemilihan Presiden dan Wakil presiden BEM yang baru.

c. Mengkoordinasikan kegiatan BEM

d. Mengevaluasi dan meminta laporan pertanggungjawaban Presiden BEM.

2.  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

Badan Eksekutif Mahasiswa yang merupakan lembaga tinggi mahasiswa dan berkedudukan di Poltekkes Kemenkes Semarang. BEM dipimpin oleh seorang Presiden Mahasiswa dan dibantu oleh para menteri dan staf.

Adapun tugas dan wewenang BEM adalah :

a. Membuat rencana program kerja kegiatan mahasiswa sesuai dengan departemen.

b. Mengkoordinasi kegiatan mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

c. Menyelenggarakan kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler mahasiswa.

d. Mengawasi kinerja UKM melalui menteri terkait.

3. Dewan Mahasiswa (DEMA)

Dewan Mahasiswa adalah lembaga perwakilan mahasiswa yang merupakan lembaga tinggi mahasiswa dan berkedudukan di Jurusan/Prodi.

Tugas dan wewenang DEMA sekurang-kurangnya:

a. Mengontrol kinerja HIMA.

b. Mendiskusikan program-program HIMA

c. Menyerap dan merumuskan aspirasi mahasiswa dan menyalurkannya kepada pihak-pihak yang terkait.

4.  Himpunan Mahasiswa (HIMA)

Himpunan mahasiswa adalah lembaga yang berkedudukan di tingkat Jurusan/ Program Studi. Himpunan mahasiswa berfungsi sebagai wadah untuk merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan yang bersifat penalaran dan keilmuan yang sesuai dengan Jurusan/ Program Studi.

Penyelenggaraan pemerintahan HIMA diatur secara otonom sesuai Jurusan/ Program Studi. Keanggotaan HIMA terdiri dari mahasiswa yang terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan pendidikan di Jurusan/ Program Studi. Tugas dan Wewenang HIMA adalah:

a.  Merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan yang bersifat penalaran dan keilmuan sesuai dengan program studi yang dikembangkan pada masing-masing Jurusan/Program Studi.

b.  Menyusun dan melaksanakan kebijakan tingkat Jurusan/ Program Studi sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

c.  Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Ketua Jurusan/ Ketua Program Studi terutama dalam bidang pengembangan Jurusan/ Program Studi.

d. Melakukan koordinasi dengan lembaga mahasiswa lain dalam bidang kegiatan Kemahasiswaan sepengetahuan / disetujui Koordinator Kemahasiswaan.

5. Hubungan Organisasi Mahasiswa dengan Poltekkes

a.  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di bawah Pembinaan dan Bimbingan Direktur Politeknik  Kesehatan Kemenkes Semarang  cq.PD III,

d. Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Dewan Mahasiswa (DEMA)  di Jurusan / Prodi di bawah Pembinaan dan Bimbingan Kajur/ Kaprodi cq. Koordinator Bidang Kemahasiswaan.

6. Kepengurusan

Disetiap tingkatan, kepengurusan organisasi kemahasiswaan adalah sebagai berikut:

a. Pengurus dipilih berdasarkan Rapat Anggota,

b. Masa Kepengurusan 1 (satu) tahun,

c. Disahkan dengan SK Direktur,

d. Bertanggung-jawab kepada anggota,

e. Memberikan Laporan Periodik kepada Prodi/Jurusan/Poltekkes.

7. Kegiatan Organisasi Mahasiswa di Luar Kampus

Yang dimaksud dengan kegiatan di luar kampus adalah kegiatan yang direncanakan dan diselenggarakan oleh BEM/HIMA dengan melibatkan komponen organisasi / kelompok lain atas nama bersama atau sendiri dan diselenggarakan baik dalam lingkungan kampus ataupun di luar kampus.

a. Apabila kegiatan di luar kampus dengan penanggung jawab BEM, maka persetujuan dan  pelaporan disampaikan kepada Direktur.

b. Apabila kegiatan di luar kampus dengan penanggungjawab HIMA, maka persetujuan dan  pelaporan disampaikan kepada Ketua Jurusan / Prodi.

c. Harus ada persetujuan Direktur walaupun kegiatan tersebut atas nama BEM/HIMA

d. Harus memberikan laporan setelah kegiatan selesai kepada Direktur dan Ketua Jurusan/ Ketua Program Studi.

8. Pendanaan

Dana seluruh kegiatan DPM, BEM, HIMA dan DEMA didapatkan dari :

a. Iuran Anggota (Mahasiswa),

b. Usaha pencarian dana yang disetujui oleh Direktur,

c. Jurusan,

d. Dana lain  yang tidak mengikat (setelah ada persetujuan Direktur).

Pencairan dana  kegiatan DPM, BEM, HIMA dan DEMA dapat disetujui sesuai dengan proposal tahunan yang sudah diajukan sebelumnya.

 

 

Print

Proses Belajar Mengajar

Published on Posted in Menu Lain

PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

(Proses Belajar Mengajar)

A.     Registrasi dan Herregistrasi Mahasiswa

1.     Pengertian

Registrasi adalah proses pendaftaran bagi setiap calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru dan memperoleh hak penuh sebagai mahasiswa.

Herregistrasi adalah proses pendaftaran ulang setiap mahasiswa lama untuk dapat mengikuti kegiatan perkuliahan, memperoleh hak-hak akademik dan menggunakan fasilitas bagi mahasiswa sebagaimana ketentuan yang berlaku pada semester yang berjalan.

Registrasi dan herregistrasi mahasiswa meliputi kegiatan registrasi administrasi dan registrasi akademik.

2.    Tujuan

Mahasiswa yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang pada semester yang akan berjalan.

3.   Sasaran.

      Seluruh mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang pada semester yang akan berjalan.

4.   Pelaksanaan

Registrasi mahasiswa dilaksanakan 1 - 2 minggu sebelum kegiatan perkuliahan dimulai.

a.  Registrasi Administrasi

1).  Mahasiswa membayar biaya pendidikan di salah satu Bank yang ditunjuk.

2). Mahasiswa yang mengajukan cuti akademik tetap melakukan registrasi administrasi dengan membayar biaya Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) sebesar 100% dan atau sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3). Mahasiswa yang tidak melakukan herregistrasi tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan pada semester berjalan.

b.   Registrasi Akademik

1) Mahasiswa yang telah melaksanakan registrasi administrasi, segera melaksanakan  registrasi akademik dengan menunjukkan bukti pembayaran dari Bank.

2) Mahasiswa mengambil Kartu Rencana Studi (KRS) dan mengisi blangko KRS yang selanjutnya disetujui oleh Dosen Pembimbing Akademik.

3) Semua mata kuliah yang diambil, baik mata kuliah baru maupun pengulangan pada semester berjalan harus tercantum dalam KRS.

4) KRS ditandatangani oleh Dosen Pembimbing Akademik.

5) Mengembalikan KRS kepada bagian akademik.

6) Bagi mahasiswa yang telah melaksanakan registrasi namanya tercantum dalam daftar hadir perkuliahan

7) Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi sesuai ketentuan dianggap tidak mengikuti kuliah.


B. Bimbingan dan Konseling

1. Bimbingan dan konseling (BK) dilakukan oleh Dosen Pembimbing Akademik yang ditetapkan oleh Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang atas usulan Jurusan/Program Studi.

2. Dosen Pembimbing Akademik adalah dosen tetap Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang yang bertugas:

a.Menyusun program kegiatan BK untuk bimbingannya.

b.Melaksanakan proses BK.

c.Membuat laporan kegiatan BK.

d.Menandatangani Kartu Rencana Studi Mahasiswa bimbingannya.

3. Format bimbingan disesuaikan dengan buku pedoman bimbingan dan konseling yang sudah ditetapkan.

C. Proses Pembelajaran

Kegiatan pendidikan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Paket dan waktu penyelenggaraannya diatur dengan menggunakan sistem semester.

Satu semester setara dengan kegiatan pembelajaran 16 (enam belas) minggu efektif termasuk Ujian Tengah Semester (UTS), dengan ditambah 1 (satu) minggu untuk Ujian Akhir Semester (UAS).

Dalam Sistem Paket ini, perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan program pendidikan berdasarkan pada paket-paket mata kuliah yang telah ditetapkan untuk setiap semesternya.

Sedangkan besarnya bobot tiap mata kuliah diperhitungkan dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Secara umum Sistem Kredit Semester memiliki ciri‑ciri sebagai berikut :

1). Setiap cabang ilmu atau mata kuliah diberi nilai kredit dalam satuan kredit semester (SKS).

2). Bobot SKS untuk masing‑masing cabang ilmu atau mata kuliah tidak selalu sama.

3). Bobot SKS untuk masing‑masing cabang ilmu atau mata kuliah tidak mencerminkan penting tidaknya suatu mata kuliah, tetapi ditentukan atas dasar ruang lingkup kajian dan bahan ajar mata kuliah yang bersangkutan dan waktu yang dibutuhkan untuk menguasainya. Di dalamnya termasuk waktu untuk perkuliahan (Pengalaman Belajar Teori/T), praktik laboratorium/workshop (Pengalaman Belajar Pratikum/P), kerja lapangan/klinik/komunitas (Pengalaman Belajar Lapangan/L/K) ataupun penugasan lainnya.

a.  Pengalaman Belajar Teori (T)

Pengalaman Belajar Teori dikembangkan dengan metode ceramah, diskusi, role playproblem based learningcomputer assisted learning. Beban studi untuk pembelajaran teori ditentukan setiap satu SKS adalah 1 jam terjadwal, 1-2 jam terstruktur dan 1-2 jam belajar mandiri.

Pengalaman belajar teori merupakan prasyarat pengala

b.  Pengalaman Belajar Praktik Laboratorium/Workshop (P)

Pengalaman Belajar Praktik Laboratorium/Workshop (P) adalah PBM yang diberikan di laboratorium, bengkel kerja sehingga peserta didik memungkinkan mendapatkan pengalaman belajar menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah diperoleh sebelumnya dengan cara demonstrasi, simulasi, proyek,multimedia tutorial, baik secara mandiri / kelompok.

Nilai satu SKS P adalah dua jam terjadwal, 1-2 jam terstruktur, 1-2 jam belajar mandiri.

c.  Pengalaman Belajar Klinik (K)/ Pengalaman Belajar Lapangan/ Komunitas (L)

Metode yang dikembangkan adalah observasi, pengalaman, penugasan, simulasi atau role play, konferensi, problem solving dan studi kasus.K/L adalah PBM yang dilaksanakan di klinik (RS, Puskesmas, perusahaan dan masyarakat) untuk memberi kesempatan kepada peserta didik mempraktikkan secara nyata pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah diperoleh setiap tahap pendidikan sesuai dengan kompetensinya.

Nilai kredit 1 SKS L/K adalah 4 jam terjadwal, 1-2 jam terstruktur dan 1-2 jam belajar mandiri.

d.  Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI)/ Tugas Akhir (TA)/ Skripsi           

KTI/TA/Skripsi adalah kegiatan belajar mengajar yang memberi kesempatan kepada peserta didik dalam mengungkapkan kemampuan penalaran secara komprehensif melalui tulisan sesuai dengan lingkup dan tanggung jawab profesi di masing‑masing jurusan / program studi. Nilai kredit 1 SKS penyusunan Karya Tulis Ilmiah setara dengan 2 ‑ 4 jam sehari kerja selama 1 bulan (1 bulan setara 25 hari kerja efektif).

Pelaksanaan KTI/TA/Skripsi disesuaikan dengan pedoman kurikulum oleh Jurusan masing – masing.

Syarat minimal pembimbing KTI/TA sesuai dengan persyaratan masing masing Jurusan.

 

3.  Beban Studi dalam Satu Semester

Beban studi mahasiswa dalam satu semester sesuai dengan paket mata kuliah yang telah ditentukan dalam struktur program pendidikan yang berlaku di Jurusan/Prodi.

4.  Beban Studi Program Pendidikan

Beban studi program Diploma III berkisar 110 - 120 SKS sedangkan program khusus berkisar 80 - 96 SKS.

Sedangkan beban studi program Diploma IV yang berlatar belakang Diploma III berkisar 40 - 50 SKS.

Beban studi tersebut terdiri dari 40% teori dan 60% praktik.

5.  Kontrak Belajar, Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP)

a. Kontrak belajar

Kontrak belajar adalah perjanjian tertulis antara koordinator mata kuliah dan perwakilan mahasiswa atau ketua kelas dalam proses belajar mengajar mata kuliah tertentu (sesuai FORM FM-POLTEKKES-SMG-BM-03-05).

b. Silabus

Silabus adalah sebaran atau jabaran pokok isi suatu mata kuliah dan hal-hal yang melekat di dalamnya (sesuai FORM FM-POLTEKKES-SMG-BM-09-04).

c. Satuan Acara Perkuliahan (SAP)

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) adalah kesatuan rencana kegiatan perkuliahan untuk mata kuliah tertentu dalam satu semester (sesuai FORM FM-POLTEKKES-SMG-BM-09-05).


D.    Evaluasi Hasil Belajar

Untuk mencapai kompetensi profesional bidang kesehatan yang dipersyaratkan, perlu dilakukan evaluasi secara terus menerus sesuai dengan tuntutan kompetensi di dalam kurikulum.

  1. Pelaksanaan Evaluasi meliputi:

a. Ujian Tengah Semester,

b. Ujian Akhir Semester,

c. Ujian Akhir Program.

     2.Jenis Penilaian
         Standar penilaian hasil pembelajaran meliputi tiga pengalaman belajar, yaitu: pembelajaran teori, praktikum/workshop, dan klinik/lapangan/komunitas.

a.   Penilaian Pembelajaran Teori

Penilaian  pembelajaran teori wajib berupa tes tulis melalui UTS dan UAS. Bentuk lain penilaian pembelajaran teori dapat berupa penugasan, kuis, dan seminar.

Standar kelulusan mata kuliah teori menggunakan sistem penilaian standar mutlak (PAP) dengan batas lulus 2.00 (nilai absolut 56).

b.   Penilaian Pembelajaran Praktikum/Workshop

Penilaian pembelajaran praktikum/workshop meliputi tes unjuk kerja dengan mengamati kegiatan/hasil kerja peserta didik, berdasarkan ceklist standar prosedur.

Standar kelulusan mata kuliah praktikum/workshop menggunakan sistem penilaian standar mutlak (PAP) dengan batas lulus 2.75, (nilai absolut 68).

c.   Penilaian Pembelajaran Klinik/Lapangan/Komunitas

Penilaian pembelajaran klinik/lapangan/komunitas meliputi tes unjuk kerja empirik dengan mengamati kegiatan/hasil kerja peserta didik di klinik/lapangan/komunitas, berdasarkan ceklist standar prosedur.

Standar kelulusan mata kuliah klinik/lapangan/komunitasmenggunakan sistem penilaian standar mutlak (PAP) dengan batas lulus 2.75, (nilai absolut 68).

         3. Data Nilai
 

Data nilai mata kuliah merupakan kumulatif nilai ujian tengah semester, nilai ujian akhir semester dan nilai kegiatan rangkaian, seperti penulisan makalah, penugasan, partisipasi dalam kelas, praktik dan sebagainya, sesuai dengan kontrak belajar.

Sistem penilaian yang digunakan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP). PAP adalah pendekatan penilaian yang membandingkan hasil pengukuran terhadap mahasiswa dengan ukuran patokan batas lulus yang ditetapkan untuk masing‑masing penguasaan bidang studi.

Pedoman penilaian yang digunakan sesuai tabel konversi nilai (lampiran 10). Nilai akhir suatu mata kuliah diberikan kepada mahasiswa dalam bentuk huruf mutu dan angka mutu dengan peringkat seperti dalam tabel konversi nilai.

 

        4. Ujian Tengah Semester (Ujian dalam semester)

            a. Ujian Tengah Semester bertujuan untuk mengetahui apakah mahasiswa telah menguasai bahan yang disajikan pada suatu periode.

b. Ujian Tengah Semester dilaksanakan pada pertengahan semester berjalan dalam bentuk uji tulis yang terjadwal.  

       5. Ujian Akhir Semester

a.   Pengertian

1) Ujian Akhir Semester dilaksanakan pada akhir semester berjalan.

2) Ujian Akhir Semester bertujuan untuk mengetahui kemajuan belajar mahasiswa dan kemajuan mengajar dosen dalam melaksanakan proses belajar mengajar selama satu semester.

3) Ujian Akhir Semester dilaksanakan berupa ujian utama dan ujian ulang (lihat poin 6).

4) Penguji adalah dosen dan atau tim dosen mata kuliah yang diujikan. Mata kuliah yang diujikan harus memenuhi kehadiran dosen 75% tatap muka.

b.   Persyaratan

Peserta ujian semester adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat:

1). Terdaftar sebagai peserta kuliah pada mata kuliah yang akan diujikan dalam KRS.

2). Telah menyelesaikan seluruh tugas mata kuliah yang bersangkutan.

3). Telah memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.

4). Memenuhi persentase kehadiran tatap muka minimal 75 % dan atau kehadiran praktik 100 %.

5). Mahasiswa dengan kehadiran kurang dari 75 % tidak dapat mengikuti ujian dan harus mengikuti proses pembelajaran mata ajaran yang sama pada semester berikutnya / semester pendek.

       6. Ujian Ulang

a. Ujian ulang suatu mata kuliah oleh mahasiswa pada dasarnya diperbolehkan pada semester bersangkutan.

b. Mahasiswa dengan nilai D atau E dapat dilakukan uji ulang satu kali, apabila nilai yang diperoleh tetap D atau E maka mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah tersebut pada program Semester Pendek (SP) atau semester berjalan tahun akademik berikutnya.

c. Nilai yang dicantumkan dalam Kartu Hasil Studi  adalah nilai tertinggi yang diperoleh mahasiswa.

       7. Semester Pendek

a. Semester pendek adalah waktu proses belajar mengajar yang diselenggarakan di sela‑sela kevakuman antar semester untuk memenuhi mahasiswa tertentu yang belum memenuhi persyaratan atau untuk perbaikan nilai.

b. Penyelenggaraan semester pendek dengan kegiatan pembelajaran 12 kali tatapmuka efektif termasuk Ujian Tengah Semester dengan ditambah satu kali untuk Ujian Akhir Semester (UAS).

Persyaratan penyelenggaraan Semester pendek adalah sebagai berikut :

a. Mata kuliah yang akan diambil di semester pendek sudah ditempuh oleh mahasiswa di semester sebelumnya.

b. Maksimal setiap mahasiswa hanya diperbolehkan mengambil 12 SKS.

c. Mata Kuliah yang diambil harus tercantum dalam KRS semester pendek.

d. Nilai yang berlaku adalah nilai tertinggi yang diperoleh oleh mahasiswa tersebut, diterbitkan melalui KHS semester pendek dan akan mengisi transkrip sesuai dengan nilai yang terbaik.

e. Penyelenggaraan semester pendek harus tercantum dalam kalender akademik Jurusan / Program studi.

f. Persyaratan mahasiswa dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Pendek adalah mahasiswa telah memenuhi ketentuan jumlah kehadiran 100% dari jumlah tatap muka semester pendek.

        8.   Ujian Akhir Program (UAP)

a. Pengertian

1). Ujian Akhir Program (UAP) adalah ujian dalam bentuk komprehensif atau bentuk ujian lain yang sesuai dengan tuntutan profesi yang dikemas dalam satu bentuk paket ujian.

2). Ujian Akhir Program adalah pengukuran keberhasilan pencapaian kompetensi kritis yang meliputi ranah psikomotor, kognitif dan afektif (PKA) peserta didik.

b. Persyaratan

Peserta ujian akhir program adalah peserta didik yang memenuhi syarat :

1). Telah menyelesaikan seluruh tugas dan lulus ujian semester yang dipersyaratkan dalam kurikulum.

2). Telah memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.

3). Masih dalam batas studi terpanjang.

c. Penilaian

1). Lingkup penilaian adalah meliputi unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap.

2). Penilaian tiap paket dilakukan dengan menggabungkan nilai seluruh aspek dengan memberi bobot bagi tiap aspek kemudian dirata-ratakan (sesuai dengan ketentuan pada silabus).

3). Bagi yang mengikuti ujian perbaikan, nilai ujian diambil dari nilai terbaik.

4). Kelulusan ujian akhir program ditentukan dengan indeks prestasi (IP) 2.75.

          9. Keberhasilan Semester

a. Keberhasilan studi semester ditentukan pada tiap akhir semester dengan cara menilai semua mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa selama semester yang baru berakhir.

b. Nilai lulus adalah A, B dan C.

c. Keberhasilan studi mahasiswa dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP).

d. Keberhasilan studi dituangkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS) dan disahkan oleh Kaprodi.

e.  Kartu Hasil Studi (KHS) diarsipkan di Program Studi.

 

        10. Keberhasilan Akhir Program Pendidikan

 

Mahasiswa yang telah menempuh seluruh program kegiatan belajar mengajar di Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang sesuai dengan jurusannya, dinyatakan berhasil menyelesaikan program studinya dan akan memperoleh ijazah, apabila memenuhi syarat sebagai berikut :

a. Jumlah SKS yang dikumpulkan untuk Program Diploma III antara 110 – 120 SKS, untuk program khusus 80 – 96 SKS, Diploma IV 40 – 50 SKS bagi peserta didik berlatar belakang Diploma III, sesuai kurikulum yang berlaku.

b. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) Semester   2,00.

c. Nilai tiap mata kuliah minimal C.

d. Perhitungan nilai akhir keberhasilan program pendidikan, dinyatakan dengan IPK Akhir Program (Indeks Prestasi Kumulatif Akhir Program) sebagai nilai rata‑rata antara IPK dan IP Ujian Akhir Program yang dihitung dengan rumus :

 

 

 

IPK + IP UAP

IPK Akhir Program

=

 

 

2

                           Keterangan:

IPK Akhir Program   = Indeks Prestasi Kumulatif Akhir Program.

IPK                             = Rata‑rata IP Kumulatif Semester

IP UAP                      = Indeks Prestasi Ujian Akhir Program.

e. Bagi program studi Diploma IV yang tidak melaksanakan UAP, perhitungan nilai akhir keberhasilan program pendidikan dinyatakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai nilai total seluruh mata kuliah dibagi jumlah SKS dengan rumus sebagai berikut :

 

 

Total Nilai

             IPK

=

 

 

Jumlah SKS

    

f. Keberhasilan akhir program pendidikan dituangkan dalam bentuk transkrip nilai yang disahkan oleh Pembantu Direktur I dan Direktur.                

 

       11.  Predikat Kelulusan

 

Dinyatakan dengan kualifikasi sebagai berikut :

 

IPK Akhir Program DIII atau IPK DIV

PREDIKAT

2,00 - 2,74

Cukup

2,75 - 2,99

Memuaskan

3,00 - 3,50

Sangat Memuaskan

3,51 - 4,00

Dengan Pujian (Cumlaude)

 


E. Batas Waktu Studi

Batas waktu studi adalah waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menyelesaikan Program Pendidikan Diploma yaitu 6­ - 10 semester untuk kelas reguler dan 4 ‑ 8 semester untuk Program Khusus.

Bagi Program Studi Diploma IV masa studi maksimal adalah 6 semester.

 

F. Gugur Studi, Putus Studi dan Pengunduran Diri

Gugur studi (passing out) adalah pemberhentian kegiatan akademik mahasiswa yang dikeluarkan oleh Direktur, karena tidak memenuhi persyaratan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan atau melanggar norma dan etika.

Putus studi (drop out) adalah pemberhentian kegiatan akademik mahasiswa yang dikeluarkan oleh Direktur, karena tidak memenuhi kualifikasi akademik untuk menyelesaikan studi. Putus studi diberlakukan pada mahasiswa yang memiliki IP <2,00 selama dua semester berturut-turut, yang sebelumnya telah dilakukan pembinaan oleh dosen pembimbing akademik, peringatan lisan, peringatan tertulis oleh Ketua Program Studi dengan persetujuan Ketua Jurusan.

Pengunduran diri adalah pemberhentian kegiatan akademik yang dikeluarkan oleh Direktur atas permintaan mahasiswa.

 

G. Cuti Akademik

1. Pengertian

Cuti akademik adalah masa istirahat dari kegiatan akademik pada waktu   tertentu selama mahasiswa yang bersangkutan mengikuti pendidikan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.

2. Jenis Cuti Akademik

1) Cuti Akademik yang direncanakan

Cuti akademik yang direncanakan adalah cuti akademik yang diberikan kerpada mahasiswa karena alasan tertentu yang dapat dibenarkan.

a) Cuti akademik dapat diberikan untuk jangka waktu dua semester secara berulang, sepanjang tidak melampaui batas maksimal masa studi.

b) Cuti akademik dapat diberikan kepada mahasiswa Program Studi Diploma III yang telah mengikuti pendidikan 2 (dua) semester.

c) Cuti akademik dapat diberikan kepada mahasiswa Program Studi Diploma IV yang telah mengikuti pendidikan 1 (satu) semester.

2) Cuti Akademik yang tidak direncanakan

Cuti akademik yang tidak direncanakan adalah cuti akademik yang diberikan kepada mahasiswa karena alasan tertentu setelah mendapat rekomendasi atau ditetapkan oleh pejabat (pemerintah) yang berwenang.

a) Cuti akademik yang tidak direncanakan dapat diberikan tambahan batas waktu studi maksimal 12 semester bagi mahasiwa Program DIII dan 6 semester bagi mahasiswa Program DIV.

b) Cuti akademik karena alasan (gangguan) kesehatan, yang berdasar rekomendasi dokter diperkirakan masa penyembuhannya membutuhkan wakti lebih dari 6 bulan.

c) Cuti akademik karena alasan tugas negara (misal  duta olah raga, duta seni/budaya, pertukaran pelajar, TKHI, dll) yang membutuhkan waktu pelaksanaan lebih dari 6 bulan.

3. Sanksi

Sanksi yang diberlakukan kepada mahasiswa mengacu kepada Buku Pedoman Norma dan Etika Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang.

4. Prosedur Cuti Akademik

1) Mahasiswa membuat permohonan tertulis yang diketahui orang tua/wali kepada Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, melalui Ketua Program Studi dan Ketua Jurusan.

2) Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang menerbitkan surat keputusan cuti akademik.

3) Setiap mahasiswa yang mendapatkan cuti akademik berkewajiban melaksanakan registrasi administrasi dengan membayar biaya Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) sebesar 100 % selama masa cuti akademik dan atau sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4) Setelah selesai menjalankan cuti akademik, mahasiswa berkewajiban melapor kembali 2 (dua) minggu sebelum masa cuti akademik berakhir kepada Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, melalui Ketua Program Studi dan Ketua Jurusan untuk perubahan statusnya menjadi mahasiswa aktif.

 H. Surat Keterangan Lulus (SKL)

Bagi mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dalam yudisium tingkat Poltekkes Kemenkes Semarang, dapat diberikan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang ditandatangani oleh Direktur dan berlaku sampai dengan diterbitkannya ijazah.

 I.  Penatausahaan Ijazah dan Transkrip

      Pengertian

1. Ijazah adalah surat tanda tamat belajar yang merupakan bukti sah dan otentik yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah berhasil menyelesaikan program pendidikan.

2. Transkrip adalah hasil penilaian akademik mahasiswa sesuai matakuliah yang ditempuh selama masa pendidikan pada program studi.

  Legalisasi Ijazah dan Transkrip

1. Legalisasasi foto kopi ijazah / transkrip dilakukan oleh Direktorat Poltekkes Kemenkes Semarang.

2. Untuk mengetahui keabsahan foto kopi ijazah / transkrip dengan cara mencocokkan foto kopi ijazah / transkrip dengan ijazah / transkrip asli pemohon.

3. Biaya untuk legalisasi ijazah dan transkrip di bebankan kepada mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku.

·         Penggantian Ijazah dan atau Transkrip

·         Ijazah dan atau transkrip yang karena sesuatu hal hilang, rusak, terbakar atau sebab yang lain dapat dimintakan penggantian kepada DirekturPoltekkes Kemenkes Semarang dengan melampirkan:

1.      Pengantar dari Jurusan / Program Studi.

2.      Keterangan hilang, rusak, terbakar atau sebab yang lain dari kepolisian setempat.

3.      Pas foto 3 x 4 cm  hitam putih sebanyak 3 (tiga) lembar.

4.      Materai Rp. 6.000,- sebanyak 1 lembar.

5.       Foto kopi atau salinan ijazah / transkrip sebanyak 3 (tiga) lembar

6.       Surat pernyataan ijazah / transkrip hilang, rusak, terbakar atau sebab lainnya dari yang bersangkutan.

·         Penerjemahan Ijazah dan Transkrip

·         Penerjemahan ijazah dan transkrip ke dalam bahasa asing dilaksanakan oleh Jurusan dan disahkan oleh Direktur.

 

Print

Agenda

Published on Posted in Menu Lain

KALENDER AKADEMIK

POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SEMARANG

TAHUN AKADEMIK 200X/ 200X

 

No.

KEGIATAN

SMT GASAL

SMT GENAP

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Sipensimaru
Registrasi
Program Pengenalan Studi
Kuliah/ Lab dan Praktek
Dies Natalis
Ujian Tengah Semester
Praktek Kerja Lapangan
Minggu Tenang
Ujian Akhir Semester
Yudisium UAS
Ujian Akhir Program
Yudisium UAP
Wisuda

Juni-Juli 200x
Juli-Agustus 200x
Agustus 200x
Sept-Des 200x
-
Nopember 200x
-
Desember 200x
Januari 200x
Januari 200x
-
-
-

-
Jan-Feb 200x
-
Feb-Mei 200x
April 200x
Maret 200x
Mei 200x
Juni 200x

Juni 200x

Juni 200x
Juni-Juli 200x
Juli 200x
Agustus 200x

 

More Articles...