Print

Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan

Written by poltekkes kemenkes semarang Published on . Posted in Unit

Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan

 

Kepala Pusat
: S.Y. Didik Widiyanto, SKM, M.Kes.


Koordinator Pengembangan Pendidikan : Dr. Rr. Sri Endang Puji Astuti, SKM, MNS.

Koordinator Pelatihan : Dr. Ta’adi, S.Kep,Ns.MHKes.

 

Berdasarkan Permenkes RI No : 38 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata keja Politeknik Kesehatan di lingkungan Badan Pengembangn dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kemenkes.


 

STRUKTUR1
 
 Pusat Pengembangan Pendidikan Pelatihan merupakan unsur pelaksana yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan, berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur.

 
t

Tugas Pokok Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan :


  1. Menyusun usulan rencana empat tahunan lingkup Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.
  2. Menyusun usulan rencana program/kegiatan dan anggaran tahunan lingkup Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.
  3. Menyusun rancangan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan sebagai pedoman pelaksanaan tugas.
  4. Menyusun bahan rancangan usulan pengembangan di lngkup Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.
  5. Merencanakan,menyusun dan melaksanakan pengayaan program pengembangan aktivitas instruksional yang mampu mendukung tercapainya sasaran kompetensi lulusan.
  6. Mengembangkan desain pembelajaran di kelas, klinik dan masyarakat yang mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbagai domain dan perilaku profesional.
  7. Mengkaji dan mengembangkan berbagai alternatif model/metode pembelajaran yang mampu mendukung peningkatan mutu hasil pembelajaran.
  8. Merencanakan, menyusun dan mengembangkan instrumen pelaksanaan kurikulum.
  9. Merencanakan, menyusun dan mengembangkan berbagai sumber belajar yang berkualitas, efisien dan terjangkau.
  10. Melakukan inovasi, mengembangkan dan mengelola penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan agar mampu bersaing secara nasional dan internasional.
  11. Mengembangkan dan menerapkan sistem penilaian belajara mahasiswa.
  12. Menetapkan berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan dosen dalam mengembangkan materi dan proses pembelajaran.
  13. Menetapkan berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan mahasiswa dalam pengembangan minat, bakat dan kemampuan dalam berkaryayang kreatif dan inovatif.
  14. Menjalankan fungsi konsultasi implementasi pengembangan kurikulum, materi dan proses pembelajaran sebagai manajemen layanan akademik kepada seluruh dosen dan mahasiswa.
  15. Menyusun LAKIP Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.
  16. Merencanakan, menyusun dan mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi pengembangan Pendidikan dan pelatihan.
  17. Melakukan kajian dan umpan balik hasil monitoring dan evaluasi pengembangan pendidikan dan pelatihan.
  18. Memberikan masukan kepada pengelola Poltekkes Kemenkes Semarang dalam pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  19. Menyusun laporan kegiatan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
  20. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan berdasarkan arahan, penugasan dan lain-lain yang terkait dengan kedinasan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranya adalah :


1.    WORKSHOP PENGEMBANGAN PELATIHAN DAN INSTITUSI PELATIHAN TERAKREDITASI BAGI POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

 

Hari/Tanggal : Rabu, 20 Maret 2019 / Jam : 08.00 – 16.00 WIB

Narasumber :
1).
Kapusdik SDM Kes BPPSDM Kemenkes RI
2). Kapuslat SDM Kes BPPSDM Kemenkes RI
3). Ka Bapelkes Semarang


Jumlah peserta 105 orang

gambar 1 16 okt
Pengarahan sekaligus pembukaan oleh Direktur.

gambar 2 16 okt
Tanya jawab peserta dengan narasumber.


gambar 3 16 okt

Menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang bermutu tinggi mutlak menjadi kewajiban bagi institusi pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia khususnya bagi di lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes. Peningkatan mutu tersebut dapat diwujudkan melalui tahapan dalam proses pendidikan, salah satu diantaranya adalah dengan pelatihan-pelatihan. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 725/Menkes/SK/V/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di Bidang Kesehatan. Dalam Pasal 1 angka 5 dinyatakan bahwa akreditasi pelatihan adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah atau badan akreditasi yang berwenang kepada suatu pelatihan yang telah memenuhi standar yang telah ditetapkan, sehingga diberikan izin untuk penyelenggaraannya. Sedangkan dalam Pasal 3 ayat (2) dinyatakan bahwa Pelatihan teknis tertentu yang memerlukan sarana dan prasarana khusus dapat diselenggarakan oleh unit kerja atau unit organisasi pelaksana upaya kesehatan sesuai dengan kompetensinya.

gambar 4 16 okt 
Penyampaian materi oleh Kapuslat SDM Kes BPPSDM


2.    WORKSHOP PENGEMBANGAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI BAGI POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

 

Hari/Tanggal : Rabu, 2-3 Mei   2019 / Jam: 08.00 – 16.00 WIB

Narasumber : 1). Belm awa KemenristekDikti RI dan 2). Tim Penyusun Kurikulum KPT Kemenristek Dikti RI.

Jumlah peserta 104 orang.

Komponen dalam pengembangan kurikulum meliputi hal-hal sebagai berikut: (a) perencanaan strategis, (b) persiapan secara menyeluruh, (c) identifikasi tujuan pembaharuan, pengukuran kinerja, sasaran dan langkah-langkah, (d) analisis kurikulum yang ada / masih digunakan, (e) perancangan kurikulum baru, dan (f) implementasi & evaluasi, yang untuk seterusnya merupakan suatu siklus continuous improvement (Harsono;2005).

Hakekat pengembangan kurikulum adalah proses penyusunan rencana dari komponen-komponen kurikulum meliputi tujuan, isi / materi, metode dan evaluasi sesuai dengan landasan dan prinsip dalam pengembangan kurikulum. Landasan pengembangan kurikulum adalah filosofis, psikologis, sosiologis, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), (Sukmadinata:2002). Prinsip umum pengembangan kurikulum adalah prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip kontinuitas dan prinsip efisiensi. Adapula prinsip khusus dari pengembangan kurikulum adalah prinsip menentukan tujuan pendidikan, pemilihan isi pendidikan, pemilihan proses belajar mengajar, pemilihan media dan alat pengajaran, serta penilaian.

Hari/Tanggal   : Rabu, 2-3 Mei   2019 / Jam              :           08.00 – 16.00 WIB

Tempat            : Direktorat lantai 4. Poltekkes Kemenkes Semarang

Nara sumber : Belmawa KemenristekDikti RI dan Tim Penyusun Kurikulum KPT Kemenristek Dikti RI. Jumlah peserta 104 orang.


3.    WORKSHOP KURIKULUM PROGRAM STUDI DIPLOMA III PELAYANAN KESEHATAN LANJUT USIA (PKLU) DAN KURIKULUM PELATIHAN CAREGIVER

         
gambar 5 16 okt

Narasumber workshop



gambar 6 16 okt

Peserta dari Poltekes yang diberikan mandat untuk membuka Prodi PKLU


gambar 7 16 okt

Senam Peregangan


gambar 8 16 okt

Diskusi kelompok membahas kurikulum



gambar 9 16 okt

Peserta fokus pada materi yang disampaikan narasumber




4.    Tugas Tambahan mengelola tentang COE


WORKSHOP PENGEMBANGAN PENELITIAN TERAPAN

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

Semarang, 02 Oktober 2019


Data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan peningkatan signifikan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronis, hipertensi dan lain-lain. Penyebab utama terjadinya peningkatan jumlah penderita PTM karena masih rendahnya pola perilaku hidup sehat masyarakat, adanya perilaku merokok yang masih tinggi, masih banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi alkohol, kurang nya aktifitas fisik harian, serta kekurangan konsumsi buah dan sayur.

Poltekkes Semarang berkontribusi untuk mengendalikan kejadian PTM dengan menerapkan penelitian, pengabdian masyarakat serta pendidikan dengan berfokus pada pencegahan dan pengendalian PTM. Poltekkes Kemenkes Semarang (Polsemar) memiliki 8 (delapan) jurusan terdistribusi menjadi 34 (tiga puluh empat) program studi terdiri dari : 18 Program Studi Diploma III, 9 Program Studi Sarjana Terapan Kesehatan, 3 Program Profesi dan 4 Program Magister Terapan Kesehatan.


gambar 10 16 okt

Penyampaian materi oleh narasumber Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, M.Sc, PhD.



Jumlah dosen sebanyak 247 dosen, yang terdiri dari 15 orang berpendidikan S3 dan 232 berpendidikan S2. Jumlah peneliti dalam kurun waktu 2 tahun terakhir mulai tahun 2017 s.d 2018 sejumlah 498 peneliti, yang meliputi 200 peneliti di tahun 2017 dan 298 peneliti di tahun 2018. Jumlah penelitian dengan tema Pencegahan dan Pengendalian PTM sejumlah 23 Judul penelitian dengan 56 peneliti, yang terdiri dari 22 % hipertensi, 17 % cardio, 17 % Diabetes Melitus, 9 % Kanker, 9% Stroke, 9 % Dimensia, 4 % Anemia, 4 % Osteoartritis dan 4 % Peventif.



gambar 11 16 okt

Pembukaan dan pengarahan oleh Edy Susanto,SH,SSi, M.Kes selaku Wadir I


Pembentukan Pusat Unggulan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular atau Center of Non Communicable Disease Control and Prevention Poltekkes Kemenkes Semarang didasarkan dari hasil pemetaan dari riset-riset yang telah dilakukan selama ini dan berkembang dalam upaya mencegah dan mengendalikan Penyakit Tidak Menular atau Non Communicable Disease. Upaya-upaya tersebut merupakan upaya pelayanan kesehatan yang meliputi upaya promotif, preventif, kuratif terbatas, dan rehabilitatif.



gambar 12 16 okt

Dosen sebagai garda terdepan dalam penelitian dan pengabmas kepada
masyarakat yang berbasis tentang penyakit tidak menular (PTM).


Untuk itu perlu kajian tentang Pengembangan Penelitian Penyakit Tidak Menular dari berbagai interdisiplin ilmu kesehatan berorientasi pada pencegahan dan pemecahan masalah PTM dalam masyarakat sehingga produk-produk inovasinya dapat berdampak langsung bagi masyarakat dalam bentuk Workshop Pengembangan Penelitian Terapan Penyakit Tidak Menular.

 

 

5.    Kegiatan (di Bandung 16-18 Oktober 2019 - belum ada laporan kegiatan)