Orasi Ilmiah - Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang
Error
  • JFolder::create: Could not create directory

BERITA

Print

Orasi Ilmiah

Published on Posted in Berita

ORASI ILMIAH DALAM RANGKA DIES NATALIS KE 12

 

Puncak acara Dies Natalis Poltekkes Kemenkes Semarang yang Ke 12 dilaksanakan dengan kegiatan Sidang senat terbuka dengan agenda Orasi Ilmiah dari drg. Lanny Sunardjo, MDSC dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Anung Sugihantono, MKes. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 April  2013 bertempat di Auditorium Kampus I-Tembalang. Acara diikuti oleh sekitar 300 peserta terdiri dari Dosen, karyawan dan perwakilan mahasiswa kampus I, dosen-dosen senior dari seluruh kampus, perwakilan mahasiswa seluruh kampus serta dari para Clinical Instructor di wilayah kota Semarang. Pada awal acara dies Natalis tahun ini ditampilkan juara I lomba Kentongan dari Prodi Keperawatan Purwokerto yang menampilkan kesenian khas Banyumas berupa Kenthongan modern yang terdiri dari sekitar 40 mahasiswa.

Direktur Poltekkes Semarang – Sugiyanto, Spd, M.AppSc dalam sambutanya menyampiakan ulasan sejarah berdirinya Poltekkes Semarang yang pada awalnya terdiri dari 11 prodi dan 6 jurusan, Saat ini telah berkembang menjadi 24 Program studi DIII dan D IV dengan delapan jurusan. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan capaian-capaian berupa diraihnya Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI, pencapaian sertifikasi ISO, Badan Layanan Umum, Juara I lomba Perpustakaan tingkat Kementerian Kesehatan, Re-sertifikasi ISO, Kerjasama dengan Universitas Diponegoro dalam penyelenggaraan Program Magister Sains Terapan dan Akreditasi BAN-PT. Menurut Direktur, semua capaian dan kesuksesan Poltekkes tidak lain karena adanya kerjasama yang sinergis dan keharmonisan semua komponen civitas akademica dalam menjalankan pelaksanaan kegiatan di Poltekkes Semarang. Oleh karenya Direktur menyampaikan ucapan terima kasih dan pengahrgaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap kesebrhasilan Poltekkes Semarang dan terlebih atas dukungan semua pihak yang telah membantu operasional Poltekkes, khususnya dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, instansi Rumah sakit, dan instansi-instansi terkait.

Drg. Lanny Sunardjo, MDSC (dosen Jurusan Keperawatan Gigi) selaku orator pertama menyampiakan hasil Riset Unggulan “Pewarna Plak gigi dari buah Manggis”, dengan anggota tim drg. Ratnawati Hendari, MDSC.  Penelitian ini adalah penelitian yang dikembangkan sejak tahun 2011 dengan berbagai uji klinis untuk membuat pengganti disclosing solution. Selain itu juga dilakukan uji Toksisitas, uji Klinis, Uji organoleptic dan Uji penerimaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kulit buah manggis dapat melekat pada gigi untuk mewarnai plak gigi. Penelitian ini juga sedang di proses untuk mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual- HAKI.

Adapun Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Anung Sugihantono, MKes menyampaikan orasi dengan Tema “ Kualitas Tenaga Kesehatan Bagi Pemecahan Masalah Kesehatan Di Jawa Tengah”. Pada bagian pertama Kadinkes menyampiakan tentang Konsep Pembangunan Kesehatan berupa orientasi pembangunan kesehatan dan trend daya saing bangsa. Pada bagian kedua Kadinkes menyampaikan tentang Derajat Kesehatan Masyarakat khusunya di Provinsi Jawa Tengah. Pada kesempatan ini Kadinkes menguraikan bahwa Jaw Tengah masih memiliki angka kematian ibu bayi dan anak yang tinggi. Kasus gizi buruk, Demam berdarah, Kusta, malaria dan TBC juga masih terjadi di Jawa Tengah. Yang lebih menjadi perhatian adalah terdapatnya kasus baru HIV -166 dan AIDS 175.

Oleh karena itu Kadinkes berharap kepada dunia pendidikan khususnya Poltekkes Semarang untuk dapat berkontribusi terhadap peningkatan Kualitas Sumber daya Manusia yang sigap, cerdas, kompeten dan humanistic agar dapat berkontribusi secara langsung terhadap penurunan angka kematian dan atau kesakitan dan kecatatan. Mengingat pada saat ini jumlah tenaga kesehatan yang terdapat di Jawa tengah sudah sangat cukup untuk mencapai derajat ksehatan yang semakin baik. manurut Kadinkes, Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh Poltekkes adalah dengan melaksanakan KKN/PKL terpadu, sehingga mahasiswa dapat belajar cara kerja team work untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan. Karena saat ini, masing-masing tim kesehatan di lapangan seolah bekerja secara parsial dan tidak kolaborasi dan koordinasi yang baik, sehingga pada saat terjadi masalah kesehatan masing-masing profesi saling lempar tanggung jawab.